BAB
I
PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG
Salah satu persyaratan mutlak harus dimiliki oleh sebuah
negara adalah wilayah kedaulatan, di samping rakyat dan pemerintahan yang
diakui. Konsep dasar wilayah negara kepulauan telah diletakkan melalui
Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957.[1]
Deklarasi tersebut memiliki nilai sangat strategis bagi bangsa Indonesia,
karena telah melahirkan konsep Wawasan Nusantara yang menyatukan wilayah
Indonesia. Laut Nusantara bukan lagi sebagai pemisah, akan tetapi sebagai
pemersatu bangsa Indonesia yang disikapi sebagai wilayah kedaulatan mutlak
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ada bangsa yang secara eksplisit mempunyai cara bagaimana
ia memandang tanah airnya beserta lingkungannya. Cara pandang itu biasa
dinamakan wawasan nasional. Sebagai contoh, Inggris dengan pandangan
nasionalnya berbunyi: “Brittain rules the waves”. Ini berarti tanah Inggris
bukan hanya sebatas pulaunya, tetapi juga lautnya. Tetapi cukup banyak juga
negara yang tidak mempunyai wawasan, seperti: Thailand, Perancis, Myanmar dan
sebagainya. Indonesia wawasan nasionalnya adalah wawasan nusantara yang
disingkat wasantara. Wasantara ialah cara pandang bangsa Indonesia berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tentang diri dan lingkungannya dalam
eksistensinya yang serba nusantara dan penekanannya dalam mengekspresikan diri
sebagai bangsa Indonesia di tengah-tengah lingkungannya yang serba nusantara
itu.
Belakangan ini banyak kita menyaksikan bahwa
budaya-budaya bangsa Indonesia diklaim sebagai budaya bangsa lain, misalnya
Reog Ponorogo, Tari Pendet, Keris, Batik, serta lagu-lagu daerah yang ditiru.
Entah karena masih memiliki sikap Nasionalisme, atau sekedar ikut-ikutan
tersulut suasana, segenap bangsa Indonesia ramai-ramai mengutuk negara tersebut
sebagai pencuri budaya bangsa lain.
Ketika kita mengunjungi daerah-daerah wisata, banyak
keindahan-keindahan alam dan budaya yang bisa kita nikmati sebagai rahmat dan
anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa. Namun momen indah tersebut malah kita
lewatkan dengan menyibukkan diri berfoto ria kesana-kemari. Sudah seharusnya
kita mempelajari dan melestarikan budaya-budaya yang ada agar generasi penerus
masih bisa menikmatinya, serta mengembangkan nilai-nilai budaya daerah yang
membangun kebanggaan masyarakat terhadap daerah, sekaligus bangsa Indonesia.
Sering kita mendengar terjadi kerusuhan-kerusuhan antar
etnis di Indonesia yang mengatasnamakan suku maupun agama, misalnya yang
terjadi di Sampit dan Poso. Bahkan, terkadang pemicu kerusuhan itu hanya
masalah-masalah sepele yang tidak semestinya mengikutsertakan golongan-golongan
tertentu. Sebagai bangsa yang menjadikan persatuan dan kesatuan sebagai dasar
negara, sudah seharusnya kita mencegah perlakuan diskriminasi guna menghindari
sikap sukuisme dan fanatisme kedaerahan yang sempit yang membelenggu kebebasan
individu dalam mengembangkan kualitasnya sebagai bangsa yang majemuk. oleh
karena itu, diperlukan kesadaran masyarakat dalam menerima keanekaragaman yang
ada, serta saling menghormati dan menghargai perbedaan itu sebagai karunia Sang
Pencipta, serta peranan lembaga adat dan para pemuka agama dalam mewujudkan
suasana aman dan kondusif guna menjalin kerukunan bangsa dan negara.
Sebagai tujuan kita mempelajari Wawasan Nusantara yaitu
untuk memantapkan sikap Nasionalisme yang tinggi dan tekad mengutamakan
kepentingan nasional diatas kepentingan pribadi dan golongan untuk mencapai
tujuan nasional dengan diiringi rasa senasib seperjuangan sebagai bangsa yang
bertanah air satu, bangsa Indonesia.
- Rumusan Maslah
Berdasarkan dari latar belakang diatas, Masalah-masalah
yang akan dibahas dalam penulisan karya tulis ilmiah ini diantaranya:
- bagaimana landasan wawasan nusantara?
- apa dan bagaimana unsur wawasan nusantara?
- bagaimana hakikat wawasan nusantara?
- apa saja tantangan yang dihadapi didalam mengimplementasikan wawasan nusantara?
- Tujuan Penulisan
tujuan dari penulisan karya ilmiah ini selain untuk
menyelesaikan tugas pendidikan kewarganegaraan, yakni:
- untuk mengetahui landasan apa saja yang berhubungan dengan wawasan nusantara.
- untuk mengetahui unsur-unsur dasar wawasan nusantara.
- untuk mengetahui hakikat-hakikat apa saja yang berhubungan dengan wawasan nusantara.
- serta untuk mengetahui tantangan-tantangan yang dihadapi di dalam mengimplementasikan wawasan nusantara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar